Poulsen - Kesalahan Tak Tertebus

JOHANNESBURG,  — Bek Denmark, Simon Poulsen, mencetak rekor sebagai pemain yang mencetak gol bunuh diri pertama pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Hal ini ia lakukan saat timnya melawan Belanda pada babak penyisihan Grup E, Senin (14/6/2010). Meski kemudian melakukan penyelamatan gemilang, aib ini menjadi dosa tak tertebus karena Denmark akhirnya menyerah 0-2.

Denmark dan Belanda sebetulnya bermain cukup imbang. Aksi saling serang terus berlangsung sampai "gol" Poulsen pada menit ke-46. 

"Gol" bermula saat ia menanduk bola mengantisipasi umpan silang Robin van Persie. Bola kemudian membentur badan Daniel Agger dan melesat masuk gawang Thomas Sorensen. Belanda pun unggul 1-0.

Belanda kemudian menggandakan keunggulan melalui Dirk Kuyt pada menit ke-86. Gol bermula dari pergerakan Elia pada sektor kanan pertahanan Denmark. 
Senin, 14 Juni 2010
Posted by Unknown
Tag :

Nigeria: Kepak Sayapnya Dinanti di Langit Afsel

PENAMPILAN Nigeria di Afrika Selatan ini akan menjadi yang keempat di Piala Dunia. Sebelumnya, mereka sempat hadir di putaran final Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002. Pada 1994 dan 1998, Nigeria mentok di putaran kedua dan di 2002, mereka tersingkir di putaran pertama.

Meski belum banyak bicara di putaran final, Nigeria mampu memberikan kejutan-kejutan mencengangkan, misalnya ketika mengalahkan Spanyol 3-2 di Piala Dunia 1998. Saat itu, Nigeria tertinggal 0-1 setelah gol Fernando Hierro. Namun, Mutiu Adejopu mampu menyamakan kedudukan. Javier Clemente kemudian kembali membuat Nigeria tertinggal, sebelum akhirnya Garba Lawal dan Sunday Oliseh bergantian menejbol jaring Spanyol dan membalik keadaan.

Mengacu performa tersebut, Nigeria sebetulnya memiliki potensi sumber daya manusia mumpuni untuk bersaing dengan tim-tim favorit. Dengan dukungn iklim Afrika Selatan yang serupa kondisi negeri mereka, Nigeria berpeluang besar memperbaiki rekor di tiga penampilan sebelumnya.
Posted by Unknown

Argentina - Sang Raksasa yang Mencoba Kembali



PERJALANAN Argentina menuju putaran final Piala Dunia Afrika Selatan 2010 ini tak semulus seperti yang diperkirakan. Bermaterikan pemain-pemain top, baik di kompetisi lokal maupun Eropa, "Albiceleste" malah nyaris tersingkir secara tragis karena sempat berada di zona kritis.

Beruntung, dalam dua laga pamungkas babak kualifikasi Zona Amerika Selatan melawan Peru dan Uruguay, Lionel Messi dan kawan-kawan bisa bangkit dan meraih kemenangan krusial sehingga keluar dari kondisi yang mengkhawatirkan. "Tim Tango" akhirnya menduduki peringkat empat di klasemen akhir, dan menggeser Uruguay ke peringkat lima--yang artinya, Uruguay harus melakukan play-off melawan tim dari Zona Amerika Utara, yaitu Kostarika, untuk memperebutkan satu tiket ke Afrika Selatan.

Ketika Argentina sedang berada di ujung tanduk, banyak kalangan yang khawatir Piala Dunia 2010 bakal "hambar" karena tanpa kehadiran "tim Biru Langit" ini. Pasalnya, Albiceleste merupakan tim yang selalu menghadirkan sensasi tersendiri di turnamen empat tahun tersebut. Jadi, tak heran jika kehadiran mereka selalu dinanti-nantikan.

Dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Argentina baru dua kali menjadi juara, yaitu pada tahun 1978 dan 1986, yang melahirkan dua nama beken yang tak terlupakan, Mario Kempes dan Diego Armado Maradona. Nama terakhir sangat melegenda, karena selain penuh tekhnik dan atraktif, dia juga membuat gol kontroversial yang akhirnya mendapat sebutan "gol Tangan Tuhan", ketika Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di perempat final Piala Dunia 1986, sebelum menjejakkan kaki di final dan mengalahkan Jerman Barat 3-2.
Posted by Unknown

Supermasi Jerman Hancurkan Australia

DURBAN, - Permainan indah Jerman menghidupkan Piala Dunia 2010. Tak berhenti menyerang, "Der Panzer" mematikan perlawanan Australia dengan skor 4-0 pada penyisihan Grup D di Stadion Moses Mabhida, Durban, Minggu (13/6/2010).

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Australia. Selain karena kekalahan terbesar mereka di putaran final Piala Dunia, "Socceroos" juga menerima pil pahit setelah striker Tim Cahill diganjar kartu merah di menit ke-55.

Melawan pemain-pemain muda usia Jerman, Australia sebetulnya sempat memberikan tekanan di menit-menit awal. Namun, pengalaman Jerman sebagai juara dunia tiga kali membuat peta permainan berubah cepat.

"Der Panzer" menemukan momen ketika Lucas Podolski membuka skor di menit ke-8. Gol bermula derawal dari umpan dari sayap kanan, yang diteruskan Thomas Mueller kepada Podolski. Penyerang FC Koeln itu berlari dari kotak penalti dan menendang bola tanpa ampun sampai-sampai tangan Schwarzer tak kuasa membendung laju bola.

Setelah itu, serangan bertubi-tubi dari Jerman meluncur dari sayap. Upaya ini membuahkan hasil di menit ke27. Crossing Lahm dari sayap kanan ditanduk Klose ke pojok gawang.

Tiga menit kemudian, Mesut Ozil lepas dari jebakan offside di sektor kanan. Ia mencungkil bola melewati Schwarzer, tapi bola tak sampai masuk gawang setelah diusir oleh Lucas Neill.

Masih dari kanan, Lahm kembali mengirim bola di menit ke-38. Kali ini Sami Khedira di depan gawang, tapi sundulannya melambung tinggi. Dua menit kemudian, Ozil menerima bola dari kiri dan tinggal berhadapan dengan kiper. Ozil gagal lagi karena bola lepas dari kendalinya. Skor tetap 2-0 hingga istrirahat.

Dua menit usai jeda, tim "Kanguru" mengklaim sebuah penalti setelah bola menyentuh tangan Per Mertesacker di kotak terlarang. Namun, wasit Julian Rodriguez Santiago asal Meksiko tetap melanjutkan permainan.

Dalam kondisi tertinggal, Australia justru kehilangan satu pemain setelah Tim Cahill mendapat kartu merah setelah menjatuhkan Bastian Schweinsteiger di menit ke-55.

Memasuki satu jam permainan, Jerman menciptakan tiga peluang emas, tapi berujung nihil. Gol itu ternyata hanya tunggu waktu. Di menit ke-67, Thomas Mueller mencetak gol ketiga Jerman lewat tendangan menyilang dari pinggir kotak penalti.

Setelah itu, Klose ditarik dan digantikan pemain kelahiran Brasil, Cacau. Pemain yang tampil gemilang di laga pemanasan itu juga mencetak gol. Hanya dua menit setelah masuk lapangan, Cacau menyambut bola dari Ozil dengan tendangan keras ke tengah gawang.
Kemenangan ini mengukuhkan Jerman sebagai pemimpin sementara Grup D. Sebelumnya, Ghana memimpin grup ini usai mengalahkan Serbia dengan skor tipis 1-0.

Posted by Unknown
Tag :

Penalti Pertama Milik Ghana




PRETORIA,  - Tim nasional Ghana menjadi kesebelasan pertama yang mendapat hadiah penalti pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, yaitu saat melawan Serbia, di babak penyisihan Grup D, Minggu (13/6/2010).

Penalti terjadi pada menit ke-83. Saat itu, gelandang Zdravko Kuzmanovic berusaha menghalau umpan silang gelandang Ghana, Andre Ayew. Ia berhasil menjangkau dan menjauhkan bola, dengan tangannya. Wasit pun langsung menunjuk titik putih.

Penyerang Asamoah Gyan dipercaya mengeksekusi bola dan menunaikan tugas dengan baik. Gol itu membuat Ghana unggul 1-0.Bila mampu mempertahankan keunggulan sampai laga berakhir, Ghana akan duduk di puncak klasemen Grup D, dengan tiga poin.

Sumber
Minggu, 13 Juni 2010
Posted by Unknown
Tag :

Popular Post

Labels

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Seputar Piala Dunia -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -