Archive for Juni 2010
Poulsen - Kesalahan Tak Tertebus
JOHANNESBURG, — Bek Denmark, Simon Poulsen, mencetak rekor sebagai pemain yang mencetak gol bunuh diri pertama pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Hal ini ia lakukan saat timnya melawan Belanda pada babak penyisihan Grup E, Senin (14/6/2010). Meski kemudian melakukan penyelamatan gemilang, aib ini menjadi dosa tak tertebus karena Denmark akhirnya menyerah 0-2.
Denmark dan Belanda sebetulnya bermain cukup imbang. Aksi saling serang terus berlangsung sampai "gol" Poulsen pada menit ke-46.
"Gol" bermula saat ia menanduk bola mengantisipasi umpan silang Robin van Persie. Bola kemudian membentur badan Daniel Agger dan melesat masuk gawang Thomas Sorensen. Belanda pun unggul 1-0.
Belanda kemudian menggandakan keunggulan melalui Dirk Kuyt pada menit ke-86. Gol bermula dari pergerakan Elia pada sektor kanan pertahanan Denmark.
Denmark dan Belanda sebetulnya bermain cukup imbang. Aksi saling serang terus berlangsung sampai "gol" Poulsen pada menit ke-46.
"Gol" bermula saat ia menanduk bola mengantisipasi umpan silang Robin van Persie. Bola kemudian membentur badan Daniel Agger dan melesat masuk gawang Thomas Sorensen. Belanda pun unggul 1-0.
Belanda kemudian menggandakan keunggulan melalui Dirk Kuyt pada menit ke-86. Gol bermula dari pergerakan Elia pada sektor kanan pertahanan Denmark.
Nigeria: Kepak Sayapnya Dinanti di Langit Afsel
PENAMPILAN Nigeria di Afrika Selatan ini akan menjadi yang keempat di Piala Dunia. Sebelumnya, mereka sempat hadir di putaran final Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002. Pada 1994 dan 1998, Nigeria mentok di putaran kedua dan di 2002, mereka tersingkir di putaran pertama.
Meski belum banyak bicara di putaran final, Nigeria mampu memberikan kejutan-kejutan mencengangkan, misalnya ketika mengalahkan Spanyol 3-2 di Piala Dunia 1998. Saat itu, Nigeria tertinggal 0-1 setelah gol Fernando Hierro. Namun, Mutiu Adejopu mampu menyamakan kedudukan. Javier Clemente kemudian kembali membuat Nigeria tertinggal, sebelum akhirnya Garba Lawal dan Sunday Oliseh bergantian menejbol jaring Spanyol dan membalik keadaan.
Mengacu performa tersebut, Nigeria sebetulnya memiliki potensi sumber daya manusia mumpuni untuk bersaing dengan tim-tim favorit. Dengan dukungn iklim Afrika Selatan yang serupa kondisi negeri mereka, Nigeria berpeluang besar memperbaiki rekor di tiga penampilan sebelumnya.
Meski belum banyak bicara di putaran final, Nigeria mampu memberikan kejutan-kejutan mencengangkan, misalnya ketika mengalahkan Spanyol 3-2 di Piala Dunia 1998. Saat itu, Nigeria tertinggal 0-1 setelah gol Fernando Hierro. Namun, Mutiu Adejopu mampu menyamakan kedudukan. Javier Clemente kemudian kembali membuat Nigeria tertinggal, sebelum akhirnya Garba Lawal dan Sunday Oliseh bergantian menejbol jaring Spanyol dan membalik keadaan.
Mengacu performa tersebut, Nigeria sebetulnya memiliki potensi sumber daya manusia mumpuni untuk bersaing dengan tim-tim favorit. Dengan dukungn iklim Afrika Selatan yang serupa kondisi negeri mereka, Nigeria berpeluang besar memperbaiki rekor di tiga penampilan sebelumnya.
Argentina - Sang Raksasa yang Mencoba Kembali
PERJALANAN Argentina menuju putaran final Piala Dunia Afrika Selatan 2010 ini tak semulus seperti yang diperkirakan. Bermaterikan pemain-pemain top, baik di kompetisi lokal maupun Eropa, "Albiceleste" malah nyaris tersingkir secara tragis karena sempat berada di zona kritis.
Beruntung, dalam dua laga pamungkas babak kualifikasi Zona Amerika Selatan melawan Peru dan Uruguay, Lionel Messi dan kawan-kawan bisa bangkit dan meraih kemenangan krusial sehingga keluar dari kondisi yang mengkhawatirkan. "Tim Tango" akhirnya menduduki peringkat empat di klasemen akhir, dan menggeser Uruguay ke peringkat lima--yang artinya, Uruguay harus melakukan play-off melawan tim dari Zona Amerika Utara, yaitu Kostarika, untuk memperebutkan satu tiket ke Afrika Selatan.
Ketika Argentina sedang berada di ujung tanduk, banyak kalangan yang khawatir Piala Dunia 2010 bakal "hambar" karena tanpa kehadiran "tim Biru Langit" ini. Pasalnya, Albiceleste merupakan tim yang selalu menghadirkan sensasi tersendiri di turnamen empat tahun tersebut. Jadi, tak heran jika kehadiran mereka selalu dinanti-nantikan.
Dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Argentina baru dua kali menjadi juara, yaitu pada tahun 1978 dan 1986, yang melahirkan dua nama beken yang tak terlupakan, Mario Kempes dan Diego Armado Maradona. Nama terakhir sangat melegenda, karena selain penuh tekhnik dan atraktif, dia juga membuat gol kontroversial yang akhirnya mendapat sebutan "gol Tangan Tuhan", ketika Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di perempat final Piala Dunia 1986, sebelum menjejakkan kaki di final dan mengalahkan Jerman Barat 3-2.
Supermasi Jerman Hancurkan Australia
DURBAN, - Permainan indah Jerman menghidupkan Piala Dunia 2010. Tak berhenti menyerang, "Der Panzer" mematikan perlawanan Australia dengan skor 4-0 pada penyisihan Grup D di Stadion Moses Mabhida, Durban, Minggu (13/6/2010).
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Australia. Selain karena kekalahan terbesar mereka di putaran final Piala Dunia, "Socceroos" juga menerima pil pahit setelah striker Tim Cahill diganjar kartu merah di menit ke-55.
Melawan pemain-pemain muda usia Jerman, Australia sebetulnya sempat memberikan tekanan di menit-menit awal. Namun, pengalaman Jerman sebagai juara dunia tiga kali membuat peta permainan berubah cepat.
"Der Panzer" menemukan momen ketika Lucas Podolski membuka skor di menit ke-8. Gol bermula derawal dari umpan dari sayap kanan, yang diteruskan Thomas Mueller kepada Podolski. Penyerang FC Koeln itu berlari dari kotak penalti dan menendang bola tanpa ampun sampai-sampai tangan Schwarzer tak kuasa membendung laju bola.
Setelah itu, serangan bertubi-tubi dari Jerman meluncur dari sayap. Upaya ini membuahkan hasil di menit ke27. Crossing Lahm dari sayap kanan ditanduk Klose ke pojok gawang.
Tiga menit kemudian, Mesut Ozil lepas dari jebakan offside di sektor kanan. Ia mencungkil bola melewati Schwarzer, tapi bola tak sampai masuk gawang setelah diusir oleh Lucas Neill.
Masih dari kanan, Lahm kembali mengirim bola di menit ke-38. Kali ini Sami Khedira di depan gawang, tapi sundulannya melambung tinggi. Dua menit kemudian, Ozil menerima bola dari kiri dan tinggal berhadapan dengan kiper. Ozil gagal lagi karena bola lepas dari kendalinya. Skor tetap 2-0 hingga istrirahat.
Dua menit usai jeda, tim "Kanguru" mengklaim sebuah penalti setelah bola menyentuh tangan Per Mertesacker di kotak terlarang. Namun, wasit Julian Rodriguez Santiago asal Meksiko tetap melanjutkan permainan.
Dalam kondisi tertinggal, Australia justru kehilangan satu pemain setelah Tim Cahill mendapat kartu merah setelah menjatuhkan Bastian Schweinsteiger di menit ke-55.
Memasuki satu jam permainan, Jerman menciptakan tiga peluang emas, tapi berujung nihil. Gol itu ternyata hanya tunggu waktu. Di menit ke-67, Thomas Mueller mencetak gol ketiga Jerman lewat tendangan menyilang dari pinggir kotak penalti.
Setelah itu, Klose ditarik dan digantikan pemain kelahiran Brasil, Cacau. Pemain yang tampil gemilang di laga pemanasan itu juga mencetak gol. Hanya dua menit setelah masuk lapangan, Cacau menyambut bola dari Ozil dengan tendangan keras ke tengah gawang.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Australia. Selain karena kekalahan terbesar mereka di putaran final Piala Dunia, "Socceroos" juga menerima pil pahit setelah striker Tim Cahill diganjar kartu merah di menit ke-55.
Melawan pemain-pemain muda usia Jerman, Australia sebetulnya sempat memberikan tekanan di menit-menit awal. Namun, pengalaman Jerman sebagai juara dunia tiga kali membuat peta permainan berubah cepat.
"Der Panzer" menemukan momen ketika Lucas Podolski membuka skor di menit ke-8. Gol bermula derawal dari umpan dari sayap kanan, yang diteruskan Thomas Mueller kepada Podolski. Penyerang FC Koeln itu berlari dari kotak penalti dan menendang bola tanpa ampun sampai-sampai tangan Schwarzer tak kuasa membendung laju bola.
Setelah itu, serangan bertubi-tubi dari Jerman meluncur dari sayap. Upaya ini membuahkan hasil di menit ke27. Crossing Lahm dari sayap kanan ditanduk Klose ke pojok gawang.
Tiga menit kemudian, Mesut Ozil lepas dari jebakan offside di sektor kanan. Ia mencungkil bola melewati Schwarzer, tapi bola tak sampai masuk gawang setelah diusir oleh Lucas Neill.
Masih dari kanan, Lahm kembali mengirim bola di menit ke-38. Kali ini Sami Khedira di depan gawang, tapi sundulannya melambung tinggi. Dua menit kemudian, Ozil menerima bola dari kiri dan tinggal berhadapan dengan kiper. Ozil gagal lagi karena bola lepas dari kendalinya. Skor tetap 2-0 hingga istrirahat.
Dua menit usai jeda, tim "Kanguru" mengklaim sebuah penalti setelah bola menyentuh tangan Per Mertesacker di kotak terlarang. Namun, wasit Julian Rodriguez Santiago asal Meksiko tetap melanjutkan permainan.
Dalam kondisi tertinggal, Australia justru kehilangan satu pemain setelah Tim Cahill mendapat kartu merah setelah menjatuhkan Bastian Schweinsteiger di menit ke-55.
Memasuki satu jam permainan, Jerman menciptakan tiga peluang emas, tapi berujung nihil. Gol itu ternyata hanya tunggu waktu. Di menit ke-67, Thomas Mueller mencetak gol ketiga Jerman lewat tendangan menyilang dari pinggir kotak penalti.
Setelah itu, Klose ditarik dan digantikan pemain kelahiran Brasil, Cacau. Pemain yang tampil gemilang di laga pemanasan itu juga mencetak gol. Hanya dua menit setelah masuk lapangan, Cacau menyambut bola dari Ozil dengan tendangan keras ke tengah gawang.
Kemenangan ini mengukuhkan Jerman sebagai pemimpin sementara Grup D. Sebelumnya, Ghana memimpin grup ini usai mengalahkan Serbia dengan skor tipis 1-0.
Penalti Pertama Milik Ghana
PRETORIA, - Tim nasional Ghana menjadi kesebelasan pertama yang mendapat hadiah penalti pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, yaitu saat melawan Serbia, di babak penyisihan Grup D, Minggu (13/6/2010).
Penalti terjadi pada menit ke-83. Saat itu, gelandang Zdravko Kuzmanovic berusaha menghalau umpan silang gelandang Ghana, Andre Ayew. Ia berhasil menjangkau dan menjauhkan bola, dengan tangannya. Wasit pun langsung menunjuk titik putih.
Penyerang Asamoah Gyan dipercaya mengeksekusi bola dan menunaikan tugas dengan baik. Gol itu membuat Ghana unggul 1-0.Bila mampu mempertahankan keunggulan sampai laga berakhir, Ghana akan duduk di puncak klasemen Grup D, dengan tiga poin.
Sumber
Penalti terjadi pada menit ke-83. Saat itu, gelandang Zdravko Kuzmanovic berusaha menghalau umpan silang gelandang Ghana, Andre Ayew. Ia berhasil menjangkau dan menjauhkan bola, dengan tangannya. Wasit pun langsung menunjuk titik putih.
Penyerang Asamoah Gyan dipercaya mengeksekusi bola dan menunaikan tugas dengan baik. Gol itu membuat Ghana unggul 1-0.Bila mampu mempertahankan keunggulan sampai laga berakhir, Ghana akan duduk di puncak klasemen Grup D, dengan tiga poin.
Sumber
Perancis: Ayam Jago atau AyamSayur?
HANDSBALL Thierry Henry di leg kedua babak play-off Piala Dunia 2010 Afrika Selatan melawan Irlandia membuat Perancis menutup laga dengan skor imbang 1-1. Tim "Ayam Jago" pun lolos ke putaran final dengan keunggulan 2-1.
Hal itu mengundang kontroversi besar. Karena menilai Perancis tak bakal lolos tanpa lewat jalan "haram", sejumlah kalangan pun menilai, Perancis tak mampu bicara banyak saat putaran final mendatang.
Dengan menutup babak kualifikasi finis sebagai runner-up Grup 7 dengan 21 poin, Perancis memang tidak bisa disebut pantas menyebut diri sebagai kandidat peraih juara. Apalagi, mereka hanya berselisih satu angka dari Serbia di puncak klasemen.
Keraguan sejumlah kalangan soal buruknya keseimbangan permainan Perancis juga mengacu kepada rekor enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan sekali kalah selama babak kualifikasi. Torehan 18 gol berbanding kebobolan sembilan gol menunjukkan belum optimalnya Thierry Henry dkk mengeksplorasi kemampuan mereka.
Hal itu mengundang kontroversi besar. Karena menilai Perancis tak bakal lolos tanpa lewat jalan "haram", sejumlah kalangan pun menilai, Perancis tak mampu bicara banyak saat putaran final mendatang.
Dengan menutup babak kualifikasi finis sebagai runner-up Grup 7 dengan 21 poin, Perancis memang tidak bisa disebut pantas menyebut diri sebagai kandidat peraih juara. Apalagi, mereka hanya berselisih satu angka dari Serbia di puncak klasemen.
Keraguan sejumlah kalangan soal buruknya keseimbangan permainan Perancis juga mengacu kepada rekor enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan sekali kalah selama babak kualifikasi. Torehan 18 gol berbanding kebobolan sembilan gol menunjukkan belum optimalnya Thierry Henry dkk mengeksplorasi kemampuan mereka.
PREVIEW PIALA DUNIA 2010: Jepang vs Kamerun
Jepang yakin tidak ada jaminan tim hebat mampu mengawali turnamen dengan permainan terbaik.
Kick Off 14 Juni 2010 21:00:00 WIB
Free State Stadium, Bloemfontein
Jepang hanya dua kali meraih kemenangan di Piala Dunia, yaitu saat bersama Korsel menjadi tuan rumah tahun 2002. Di dua Piala Dunia lainnya; Prancis 1998 dan Jerman 2006, Jepang gagal meraih kemenangan.
Kamerun datang ke Afsel tidak sekadar membawa harapan publiknya, tapi juga Afrika. Sebagai tim paling banyak tampil di Piala Dunia, dan negara Afrika pertama yang mencapai babak delapan besar, Indomitable Lions layak menyandang harapan masyarakat kulit hitam seluruh benua.
Meski persiapan Kamerun sempat diwarnai adu mulut Samuel Eto'o dengan legenda Roger Milla, pelatihPaul Le Guen yakin persiapan timnya sangat maksimal. Ia yakin dirinya punya alasan untuk optimistis meloloskan Kamerun ke babak kedua.
Kemitraan Jean Makoun dan Alexandre Song di lini tengah akan sangat krusial bagi Kamerun, jika Indomitable Lions ingin kembali menari seperti yang dilakukan Roger Milla di tahun 1990.
Di kubu Jepang, harapan publik negeri Matahari Terbit disematkan di pundak Keisuke Honda -- gelandang yang bisa bermain sebagai striker. Namun harapan itu agaknya berlebihan. Honda tidak menemukan partner yang pas di lini tengah, seperti yang dimilikinya di CSKA Moskwa.
Free State Stadium, Bloemfontein
Orang Jepang selalu mengatakan jika Korea Selatan (Korsel) bisa, kami juga harus bisa. Korsel membuka jalan lolos dari Grup B dengan mengalahkan Yunani 2-0 di laga pertama. Jepang termotivasi mengikuti jejak seterunya di Asia saat menghadapi Kamerun.
Namun Kamerun yang akan dihadapi tidak sama kualitasnya dengan Yunani, tim veteran Euro 2004 yang dikalahkan Korsel lewat permainan cepat. Indomitable Lions bukan tim tua yang mudah lelah, tapi sekumpulan bakat yang punya reputasi.
Kamerun tidak pernah kalah di pertandingan pertama Piala Dunia. Mereka pernah mengalahkan Argentina di laga pembuka Piala Dunia 1990, dan empat kali bermain seri di laga pertama penyisihan grup.
Namun Kamerun yang akan dihadapi tidak sama kualitasnya dengan Yunani, tim veteran Euro 2004 yang dikalahkan Korsel lewat permainan cepat. Indomitable Lions bukan tim tua yang mudah lelah, tapi sekumpulan bakat yang punya reputasi.
Kamerun tidak pernah kalah di pertandingan pertama Piala Dunia. Mereka pernah mengalahkan Argentina di laga pembuka Piala Dunia 1990, dan empat kali bermain seri di laga pertama penyisihan grup.
Jepang hanya dua kali meraih kemenangan di Piala Dunia, yaitu saat bersama Korsel menjadi tuan rumah tahun 2002. Di dua Piala Dunia lainnya; Prancis 1998 dan Jerman 2006, Jepang gagal meraih kemenangan.
Kamerun datang ke Afsel tidak sekadar membawa harapan publiknya, tapi juga Afrika. Sebagai tim paling banyak tampil di Piala Dunia, dan negara Afrika pertama yang mencapai babak delapan besar, Indomitable Lions layak menyandang harapan masyarakat kulit hitam seluruh benua.
Meski persiapan Kamerun sempat diwarnai adu mulut Samuel Eto'o dengan legenda Roger Milla, pelatih
Kemitraan Jean Makoun dan Alexandre Song di lini tengah akan sangat krusial bagi Kamerun, jika Indomitable Lions ingin kembali menari seperti yang dilakukan Roger Milla di tahun 1990.
Di kubu Jepang, harapan publik negeri Matahari Terbit disematkan di pundak Keisuke Honda -- gelandang yang bisa bermain sebagai striker. Namun harapan itu agaknya berlebihan. Honda tidak menemukan partner yang pas di lini tengah, seperti yang dimilikinya di CSKA Moskwa.
PREVIEW PIALA DUNIA 2010: Belanda vs Denmark
Morten Olsen berupaya meyakinkan publiknya betapa dirinya mengenal Belanda, dan tahu apa yang harus dilakukan untuk meredam permainan Orange.
Ini adalah pertemuan ke-29 sepanjang sejarah sepakbola kedua bangsa, tapi yang pertama di Piala Dunia.
Pertemuan kedua tim paling sensasional terjadi di semifinal Euro 1992. Kedua tim bermain 2-2 selama 120 menit, sehingga laga diakhir adu penalti. Belanda kalah 5-4.
Di empat laga persahabatan berikutnya, Belanda mengalahkan Denmark di Rotterdam 3-0. Tiga laga lainnya berakhir imbang, satu tanpa gol, dua kali 1-1.
Belanda tidak pernah kalah di laga pertama Piala Dunia sejak 1938, atau sejak
Pertemuan kedua tim paling sensasional terjadi di semifinal Euro 1992. Kedua tim bermain 2-2 selama 120 menit, sehingga laga diakhir adu penalti. Belanda kalah 5-4.
Di empat laga persahabatan berikutnya, Belanda mengalahkan Denmark di Rotterdam 3-0. Tiga laga lainnya berakhir imbang, satu tanpa gol, dua kali 1-1.
Belanda tidak pernah kalah di laga pertama Piala Dunia sejak 1938, atau sejak
mengalahkan Czechoslovakia tiga gol tanpa balas.
Kali ini pun Belanda datang dengan persiapan matang, dan performa mengesankan. Dari tiga laga persahabatan melawan Meksiko, Ghana, dan Hongaria, Belanda memproduksi 12 gol, dan kebobolan tiga.
Kali ini pun Belanda datang dengan persiapan matang, dan performa mengesankan. Dari tiga laga persahabatan melawan Meksiko, Ghana, dan Hongaria, Belanda memproduksi 12 gol, dan kebobolan tiga.
Uruguay: Rindu 59 Sang Juara Pertama
KEBESARAN masa lalu sepak bola Uruguay terus membayangi, tapi juga menjadi inspirasi. Sukses menjadi juara pertama Piala Dunia pada 1930 dan diulang pada 1950 merupakan prestasi besar negara ini.
Karena sukses itu pula, Uruguay dikenal dunia. Padahal, mereka negara kecil yang penduduknya saja sampai kini masih di bawah 4 juta orang. Sekitar sepertiga penduduk Jakarta.
Namun soal sepak bola, mereka punya mental juara. Dalam kedaan tim paling buruk pun, mereka terus berusaha tampil maksimal dan mencoba juara. Jika setelah 1950 mereka tak pernah sukses lagi di Piala Dunia, itu lebih karena Uruguay tertinggal dalam sepak bola dibanding negara lain. Maklum, mencari bakat dari tiga juta orang jelas sulit. Indonesia saja yang penduduknya ratusan juta tak jua mampu memiliki tim nasional yang tangguh.
Meski begitu, mereka terus berusaha. Sukses para pendahulu menjadi beban generasi untuk mengulang demi kehormatan sepak bola Uruguay.
Sudah 59 tahun sudah mereka merindukan gelar juara. Waktu yang amat lama. Akankah tahun ini mereka mampu juara untuk ketiga kalinya?
Di atas kertas memang sulit. Uruguay belum memiliki generasi terbaik. Bahkan di lini depan, mereka masih mengandalkan pemain veteran, Diego Forlan. Perjalanan mereka dalam tiga Piala Dunia juga sama. Mereka berada di urutan kelima Zona CONMEBOL dan harus menjalani babak play-off.
Karena sukses itu pula, Uruguay dikenal dunia. Padahal, mereka negara kecil yang penduduknya saja sampai kini masih di bawah 4 juta orang. Sekitar sepertiga penduduk Jakarta.
Namun soal sepak bola, mereka punya mental juara. Dalam kedaan tim paling buruk pun, mereka terus berusaha tampil maksimal dan mencoba juara. Jika setelah 1950 mereka tak pernah sukses lagi di Piala Dunia, itu lebih karena Uruguay tertinggal dalam sepak bola dibanding negara lain. Maklum, mencari bakat dari tiga juta orang jelas sulit. Indonesia saja yang penduduknya ratusan juta tak jua mampu memiliki tim nasional yang tangguh.
Meski begitu, mereka terus berusaha. Sukses para pendahulu menjadi beban generasi untuk mengulang demi kehormatan sepak bola Uruguay.
Sudah 59 tahun sudah mereka merindukan gelar juara. Waktu yang amat lama. Akankah tahun ini mereka mampu juara untuk ketiga kalinya?
Di atas kertas memang sulit. Uruguay belum memiliki generasi terbaik. Bahkan di lini depan, mereka masih mengandalkan pemain veteran, Diego Forlan. Perjalanan mereka dalam tiga Piala Dunia juga sama. Mereka berada di urutan kelima Zona CONMEBOL dan harus menjalani babak play-off.
James Ingin Jadi Nomor Satu Lagi
RUSTENBURG, Kompas.com - Penjaga gawang paling berpengalaman, dan mantan pemain nomor satu Inggris, David James, menunjukkan simpatinya kepada Robert Green. Tetapi di sisi lain, pemain berusia 39 tahun yang sudah meraih 50 caps bersama "The Three Lions" ini, mengakui ingin kembali menempati posisinya.
Menjelang laga perdana penyisihan Grup C melawan Amerika Serikat, Minggu (13/6/10) dinihari WIB, pelatih Inggris Fabio Capello membuat kejutan. James, yang ditengarai akan jadi pilihan utama, justru tidak masuk dalam line-up pertandingan tersebut. Mantan pelatih Real Madrid itu menunjuk Green sebagai kiper utama dan Joe Hart menjadi cadangannya.
Di atas lapangan hijau, Green membuat sebuah blunder, yang membuat Inggris gagal meraih kemenangan. Padahal, kapten Steven Gerrard sudah membuat "Tiga Singa" unggul lewat gol cepatnya pada menit kelima. Tetapi lima menit menjelang jeda, Green tidak sempurna membendung tembakan jarak jauh Clint Dempsey, sehingga skor pun menjadi sama kuat 1-1, yang bertahan sampai pertandingan usai.
Tak ayal, Green menjadi bulan-bulanan publik Inggris. Pemain berusia 29 tahun tersebut dianggap sebagai biang kegagalan Inggris meraih poin penuh pada laga pertama penyisihan grup yang berlangsung di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg.
Namun James punya pandangan lain. Menurutnya, kesalahan tersebut bisa terjadi pada siapa pun.
"Saya tidak berbicara langsung kepada Robert setelah pertandingan, karena dia harus pergi melakukan tes," ujar James. "Tetapi saya tahu itu, sebagai seorang kiper, dan kita semua suatu saat nanti pasti membuat kesalahan. Yang penting sekarang, kita harus melupakannya dan menatap pertandingan lain."
James juga mengonfirmasi, dia dalam kondisi fit untuk bermain. Pernyataannya ini juga sekaligus menepis rumor pekan lalu yang menyebutkan bahwa dia cedera lutut, ketika melakukan latihan di gym.
"Saya fit, semuanya baik-baik saja. Saya siap bermain, dan tentu saja saya ingin bermain. Saya sudah sering tampil dan ini bukan Piala Dunia pertamaku. Tetapi, seperti halnya pemain lain, ketika tahu tidak terpilih untuk bermain maka perlu usaha yang lebih keras lagi."
sumber
Kemenangan Italia dan Tandukan Zidane
Piala Dunia 2006, menjadi kali pertama bagi Jerman bersatu sebagai tuan rumah. Jerman yang saat itu masih bernama Jerman Barat pernah menjadi tuan rumah dan sekaligus menjuarainya pada Piala Dunia 1974. Besar harapan publik, Jerman bisa mengulang sukses Piala Dunia 1974. Sayang, harapan tinggal harapan. Tim besutan Jurgen Klinsmann harus puas meraih perunggu setelah mengalahkan Portugal 3-1.
Perhelatan Piala Dunia kali ini, hanya mengalami sedikit perubahan dari Piala Dunia 2002. Juara bertahan, tidak lagi lolos secara otomatis. Selain itu, babak tambahan waktu 2x15 menit tidak menggunakan sistem golden goal.
Empat negara menjalani debut mereka di putaran final, yakini, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Angola, dan Togo. Sayang keempat tim tersebut tersingkir di fase grup. Begitu juga dengan Korea Selatan semifinalis Piala Dunia 2002, juga ikut tersingkir di fase grup.
Bukan sepakbola namanya jika tidak penuh kejutan. Ekuador, Swiss, Australia, dan Ghana secara mengejutkan tembus ke babak 16 besar. Sayang, langkah mereka harus terhenti sampai di situ. Ekuador harus disingkirkan Inggris. Tendangan bebas David Beckham membawa "Three Lions" ke perempat final.
Australia memiliki kesempatan emas untuk mengalahkan Italia Pasalnya, Italia bermain sepuluh orang setelah Marco Materazzi mendapat kartu merah. Namun, pada masa injury time Italia mendapat hadiah penalti setelah Fabio Grosso dijatuhkan di kotak penalti. Francesco Totti sukses mengeksekusinya.
Duel antara Swiss versus Ukraina adalah satu-satunya laga yang membutuhkan drama adu penalti. Ukraina berhasil melaju ke perempat final setelah tidak satu pun pemain Swiss yang berhasil mengeksekusi penalti.
Pertandingan antara Portugal dan Belanda menjadi duel yang paling sengit. Bagaimana tidak, wasit Valentin Ivanov mengeluarkan 16 kartu kuning dan 4 kartu merah. Maniche menjadi pahlawan Portugal berkat gol yang dicetaknya pada menit ke-23.
Brasil bertemu satu-satunya perwakilan Afrika yang bertahan, Ghana. Saat itu, Ghana tampil impresif. Meskipun demikian, Ghana harus mengakui kekuatan sang juara bertahan setelah dikalahkan 0-3.
Jerman, Italia, Portugal, dan Perancis melaju ke semifinal. Jerman berhasil mengalahkan Argentina lewat drama adu penalti. Sama halnya dengan Portugal yang menyingkirkan Inggris.
Perancis berhasil menekuk Brasil 1-0. Tentunya duel ini mengingatkan kita pada partai final Piala Dunia 1998. Saat itu, "Tim Ayam Jantan" juga sukses mengandaskan "Tim Samba" 3-0. Kemudian, Italia mampu membungkam Ukraina 3-0. Luca Toni tampil impresif dengan mencetak sepasang gol.
Misi Menyerah Australia kepada Jerman
Australia dan Jerman merupakan dua negara yang memiliki pengalaman Piala Dunia yang sangat bertolak belakang. Ketika keduanya bertemu, Australia yang miskin pengalaman hanya berharap tak kalah dari lawan.
Sebelum masuk ke putaran final Piala Dunia 2010, Australia baru dua kali menembus persaingan sepak bola paling elite di dunia itu. Dua-duanya berlangsung di Jerman, yakni tahun 1974 dan 2006. Di penampilan pertamanya, "Socceroos" hanya kuat berlaga di fase grup. Empat tahun lalu mereka mengalami kemajuan pesat dengan lolos ke 16 besar.
Jangan bandingkan pengalaman Negeri Kanguru itu dengan Jerman. Dengan tiga gelar juara dunia, "Der Panzer" merupakan negara paling sering tampil di ajang internasional ini. Dari 19 gelaran Piala Dunia, Jerman hanya absen dua kali dan itu pun bukan karena tak lolos kualifikasi.
Dalam 17 penampilannya, Jerman pun tampil konsisten. Mereka selalu berhasil menembus fase grup, kecuali pada penampilan keduanya pada tahun 1938. Capaian mereka pun memuaskan: tiga kali juara, empat kali runner-up, tiga kali di posisi ketiga, satu kali posisi keempat, tiga kali mandek di perempat final, dan sekali bertahan sampai fase kedua.
Konsistensi inilah yang membuat bulu kuduk Lucas Neill berdiri sebelum bertanding. "Jerman lebih baik dari kami. Jika mereka menawarkan hasil seri kepada kami sekarang, kami akan menerimanya," kata kapten Australia itu kepada FIFA.com.
"Mereka barangkali tim paling konsisten di dunia. Mereka bertahan seperti mesin. Akan sangat sulit mendapat hasil baik," tambahnya.
Kekhawatiran Neill itu bisa saja benar jika melihat kekuatan Jerman saat ini. Skuad "Die Mannschaft" kali ini berisikan pemain-pemain paling muda dalam sejarah perjalanan mereka di Piala Dunia. Namun, pemain muda usia ini sudah cukup matang untuk mengalahkan pemain-pemain lawan yang lebih senior.
Absennya kapten Michael Ballack sama sekali tak mengurangi kekuatan Jerman di turnamen ini. Dalam beberapa uji coba terakhir, Jerman tampil meyakinkan dengan para pemain mudanya. Sami Khedira, misalnya, bermain bagus menggantikan peran Ballack sebagai playmaker. Demikian pula dengan striker Cacau. Namun, yang harus diwaspadai Australia adalah gelandang kreatif Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger.
Dari segi taktik, Jerman yang sangat ingin mengejar lolos ke fase grup secepatnya akan memanfaatkan umpan-umpan pendek untuk menyerang lawan. Adapun Australia akan memampatkan lini tengah mereka demi menghalau serangan lawan dan mengandalkan serangan balik melalui Tim Cahill dan Harry Kewell.
Data dan statistik pertandingan
JERMAN VS AUSTRALIA
Stadion Moses Mabhida, Durban, Minggu (13/6/2010)
Siaran langsung RCTI, Senin (14/6/2010) pukul 01.30
Perkiraan susunan pemain:
Jerman (4-2-3-1): Neuer; Friedrich, Mertesacker, Badstuber, Lahm; Khedira, Schweinsteiger, Muller, Ozil, Podolski; Cacau
Australia (4-2-3-1): Schwarzer; Wilkshire, Neill, Moore, Chipperfield; Grella, Culina; Emerton, Cahill, Bresciano; Kewell
Rekor pertemuan: 18-06-1974: Jerman Barat 3-0 Australia (Piala Dunia)
05-06-2005: Jerman 4-3 Australia (Piala Konfederasi)
Sebelum masuk ke putaran final Piala Dunia 2010, Australia baru dua kali menembus persaingan sepak bola paling elite di dunia itu. Dua-duanya berlangsung di Jerman, yakni tahun 1974 dan 2006. Di penampilan pertamanya, "Socceroos" hanya kuat berlaga di fase grup. Empat tahun lalu mereka mengalami kemajuan pesat dengan lolos ke 16 besar.
Jangan bandingkan pengalaman Negeri Kanguru itu dengan Jerman. Dengan tiga gelar juara dunia, "Der Panzer" merupakan negara paling sering tampil di ajang internasional ini. Dari 19 gelaran Piala Dunia, Jerman hanya absen dua kali dan itu pun bukan karena tak lolos kualifikasi.
Dalam 17 penampilannya, Jerman pun tampil konsisten. Mereka selalu berhasil menembus fase grup, kecuali pada penampilan keduanya pada tahun 1938. Capaian mereka pun memuaskan: tiga kali juara, empat kali runner-up, tiga kali di posisi ketiga, satu kali posisi keempat, tiga kali mandek di perempat final, dan sekali bertahan sampai fase kedua.
Konsistensi inilah yang membuat bulu kuduk Lucas Neill berdiri sebelum bertanding. "Jerman lebih baik dari kami. Jika mereka menawarkan hasil seri kepada kami sekarang, kami akan menerimanya," kata kapten Australia itu kepada FIFA.com.
"Mereka barangkali tim paling konsisten di dunia. Mereka bertahan seperti mesin. Akan sangat sulit mendapat hasil baik," tambahnya.
Kekhawatiran Neill itu bisa saja benar jika melihat kekuatan Jerman saat ini. Skuad "Die Mannschaft" kali ini berisikan pemain-pemain paling muda dalam sejarah perjalanan mereka di Piala Dunia. Namun, pemain muda usia ini sudah cukup matang untuk mengalahkan pemain-pemain lawan yang lebih senior.
Absennya kapten Michael Ballack sama sekali tak mengurangi kekuatan Jerman di turnamen ini. Dalam beberapa uji coba terakhir, Jerman tampil meyakinkan dengan para pemain mudanya. Sami Khedira, misalnya, bermain bagus menggantikan peran Ballack sebagai playmaker. Demikian pula dengan striker Cacau. Namun, yang harus diwaspadai Australia adalah gelandang kreatif Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger.
Dari segi taktik, Jerman yang sangat ingin mengejar lolos ke fase grup secepatnya akan memanfaatkan umpan-umpan pendek untuk menyerang lawan. Adapun Australia akan memampatkan lini tengah mereka demi menghalau serangan lawan dan mengandalkan serangan balik melalui Tim Cahill dan Harry Kewell.
Data dan statistik pertandingan
JERMAN VS AUSTRALIA
Stadion Moses Mabhida, Durban, Minggu (13/6/2010)
Siaran langsung RCTI, Senin (14/6/2010) pukul 01.30
Perkiraan susunan pemain:
Jerman (4-2-3-1): Neuer; Friedrich, Mertesacker, Badstuber, Lahm; Khedira, Schweinsteiger, Muller, Ozil, Podolski; Cacau
Australia (4-2-3-1): Schwarzer; Wilkshire, Neill, Moore, Chipperfield; Grella, Culina; Emerton, Cahill, Bresciano; Kewell
Rekor pertemuan: 18-06-1974: Jerman Barat 3-0 Australia (Piala Dunia)
05-06-2005: Jerman 4-3 Australia (Piala Konfederasi)
Meksiko, Jalan Panjang Menuju Kemenangan
MEKSIKO merupakan salah satu pemain lama di Piala Dunia. Sayangnya, mereka tidak pernah juara dan bahkan jarang menang pada setiap laga. Prestasi paling banter hanya sampai perempat final, itu pun karena main di kandang sendiri pada 1986.
Federasi Sepak Bola Meksiko atau FEMEXFUT baru berdiri pada 1927. Dua tahun kemudian, mereka mendaftarkan "El Tri" ke FIFA. Mereka pun langsung ikut dalam Piala Dunia 1930 dan bergabung dengan grup maut berisikan Argentina, Cile, dan Perancis. Meksiko menjadi tim penderita karena selalu kalah telak dari tiga lawan satu grupnya itu.
Meksiko kemudian absen pada dua periode berikutnya dan baru kembali setelah Piala Dunia digelar lagi pada 1950 usai Perang Dunia II. Lagi-lagi kekalahan mendominasi perjalanan "El Tri". Di fase grup, Meksiko baru meraih kemenangan pertama saat melawan Cekoslovakia pada Piala Dunia 1962. Kemenangan 3-1 itu pun sekadar hiburan bagi mereka karena Cekoslovakia tetap menjadi runner-up grup dan lolos ke putaran selanjutnya bersama Brasil. Pada 1966, mereka kembali tanpa kemenangan dan itu melengkapi lima periode penampilan "El Tri" yang tak pernah lolos fase grup.
Situasi berubah saat Meksiko untuk pertama kalinya didaulat menjadi tuan rumah lagi pada 1970. Dukungan penonton di kandang sendiri mampu mengubah penampilan Negeri Sombrero tersebut. Setelah seri tanpa gol lawan Uni Soviet, Meksiko menggasak El Savador dengan 4-0 dan menundukkan Belgia 1-0. Sayang, di perempat final, giliran mereka yang digebuk Italia dengan 1-4.
Prestasi angin-anginan kembali melingkupi persepakbolaan "El Tri". Setelah kembali menjadi tuan rumah pada 1986 dan mencapai perempat final, Meksiko sempat dilarang tampil di Piala Dunia 1990 di Italia akibat pemalsuan umur pada turnamen junior FIFA sebelumnya.
Selama kurun empat periode pada 1994-2006, Meksiko mampu keluar dari penyisihan grup meski tiga di antaranya sebagai runner-up grup. Pemain-pemain seperti Cuauhtemoc Blanco justru kehilangan ketajaman di ajang ini sehingga kemenangan masih menjadi hal langka bagi "El Tri". Di fase grup, tim ini rata-rata meraih nilai 5 atau hanya satu kali menang dan dua kali seri. Meksiko juga tak pernah menaklukkan tim berperingkat lebih baik.
Perjalanan Meksiko di kualifikasi Piala Dunia kali ini cukup berliku. Sejak memecat pelatih Hugo Sanchez pada Maret 2008, tim ini sudah tiga kali berganti pelatih. Jesus Ramirez yang menggantikan Sanchez bahkan hanya melatih sebanyak lima kali sebelum digeser oleh mantan pelatih Inggris Sven-Goran Eriksson. Namun, pelatih asal Swedia ini pun tidak dapat berbuat banyak setelah timnya mengalami enam kekalahan dalam 13 laga, termasuk kekalahan lawan musuh bebuyutan mereka, Amerika Serikat.
Pada awal April 2009, Meksiko kembali memanggil pelatih Javier Aguirre, yang pernah membawa tim tersebut menjadi juara grup di Piala Dunia 2002. Statistik kemenangan pun membaik. "El Tri" berhasil membalas kekalahan dari tuan rumah AS di final Piala Emas dengan kemenangan telak 5-0, Juli 2009. Sebulan kemudian, mereka kembali mematahkan AS di pertemuan kedua kualifikasi Piala Dunia dengan skor 2-1 di Mexico City. Meksiko akhirnya finis di tempat kedua zona CONCACAF dengan selisih satu poin di bawah AS.
Pemain
Coach:Javier Aguirre
1 GK Óscar Pérez
2 DF Francisco Javier Rodríguez
3 DF Carlos Salcido
4 DF Rafael Márquez (c)
5 DF Ricardo Osorio
6 MF Gerardo Torrado
7 MF Pablo Barrera
8 MF Israel Castro
9 FW Guillermo Franco
10 FW Cuauhtémoc Blanco
11 FW Carlos Vela
12 DF Paul Aguilar
13 GK Guillermo Ochoa
14 FW Javier Hernández
15 DF Héctor Moreno
16 DF Efraín Juárez
17 FW Giovani dos Santos
18 MF Andrés Guardado
19 DF Jonny Magallón
20 DF Jorge Torres Nilo
21 MF Adolfo Bautista
22 MF Alberto Medina
23 GK Luis Ernesto Michel
Federasi Sepak Bola Meksiko atau FEMEXFUT baru berdiri pada 1927. Dua tahun kemudian, mereka mendaftarkan "El Tri" ke FIFA. Mereka pun langsung ikut dalam Piala Dunia 1930 dan bergabung dengan grup maut berisikan Argentina, Cile, dan Perancis. Meksiko menjadi tim penderita karena selalu kalah telak dari tiga lawan satu grupnya itu.
Meksiko kemudian absen pada dua periode berikutnya dan baru kembali setelah Piala Dunia digelar lagi pada 1950 usai Perang Dunia II. Lagi-lagi kekalahan mendominasi perjalanan "El Tri". Di fase grup, Meksiko baru meraih kemenangan pertama saat melawan Cekoslovakia pada Piala Dunia 1962. Kemenangan 3-1 itu pun sekadar hiburan bagi mereka karena Cekoslovakia tetap menjadi runner-up grup dan lolos ke putaran selanjutnya bersama Brasil. Pada 1966, mereka kembali tanpa kemenangan dan itu melengkapi lima periode penampilan "El Tri" yang tak pernah lolos fase grup.
Situasi berubah saat Meksiko untuk pertama kalinya didaulat menjadi tuan rumah lagi pada 1970. Dukungan penonton di kandang sendiri mampu mengubah penampilan Negeri Sombrero tersebut. Setelah seri tanpa gol lawan Uni Soviet, Meksiko menggasak El Savador dengan 4-0 dan menundukkan Belgia 1-0. Sayang, di perempat final, giliran mereka yang digebuk Italia dengan 1-4.
Prestasi angin-anginan kembali melingkupi persepakbolaan "El Tri". Setelah kembali menjadi tuan rumah pada 1986 dan mencapai perempat final, Meksiko sempat dilarang tampil di Piala Dunia 1990 di Italia akibat pemalsuan umur pada turnamen junior FIFA sebelumnya.
Selama kurun empat periode pada 1994-2006, Meksiko mampu keluar dari penyisihan grup meski tiga di antaranya sebagai runner-up grup. Pemain-pemain seperti Cuauhtemoc Blanco justru kehilangan ketajaman di ajang ini sehingga kemenangan masih menjadi hal langka bagi "El Tri". Di fase grup, tim ini rata-rata meraih nilai 5 atau hanya satu kali menang dan dua kali seri. Meksiko juga tak pernah menaklukkan tim berperingkat lebih baik.
Perjalanan Meksiko di kualifikasi Piala Dunia kali ini cukup berliku. Sejak memecat pelatih Hugo Sanchez pada Maret 2008, tim ini sudah tiga kali berganti pelatih. Jesus Ramirez yang menggantikan Sanchez bahkan hanya melatih sebanyak lima kali sebelum digeser oleh mantan pelatih Inggris Sven-Goran Eriksson. Namun, pelatih asal Swedia ini pun tidak dapat berbuat banyak setelah timnya mengalami enam kekalahan dalam 13 laga, termasuk kekalahan lawan musuh bebuyutan mereka, Amerika Serikat.
Pada awal April 2009, Meksiko kembali memanggil pelatih Javier Aguirre, yang pernah membawa tim tersebut menjadi juara grup di Piala Dunia 2002. Statistik kemenangan pun membaik. "El Tri" berhasil membalas kekalahan dari tuan rumah AS di final Piala Emas dengan kemenangan telak 5-0, Juli 2009. Sebulan kemudian, mereka kembali mematahkan AS di pertemuan kedua kualifikasi Piala Dunia dengan skor 2-1 di Mexico City. Meksiko akhirnya finis di tempat kedua zona CONCACAF dengan selisih satu poin di bawah AS.
Pemain
Coach:Javier Aguirre
1 GK Óscar Pérez
2 DF Francisco Javier Rodríguez
3 DF Carlos Salcido
4 DF Rafael Márquez (c)
5 DF Ricardo Osorio
6 MF Gerardo Torrado
7 MF Pablo Barrera
8 MF Israel Castro
9 FW Guillermo Franco
10 FW Cuauhtémoc Blanco
11 FW Carlos Vela
12 DF Paul Aguilar
13 GK Guillermo Ochoa
14 FW Javier Hernández
15 DF Héctor Moreno
16 DF Efraín Juárez
17 FW Giovani dos Santos
18 MF Andrés Guardado
19 DF Jonny Magallón
20 DF Jorge Torres Nilo
21 MF Adolfo Bautista
22 MF Alberto Medina
23 GK Luis Ernesto Michel
Para Maskot Piala Dunia
1. World Cup Willie, Inggris 1966

Maskot pertama yang pernah digunakan dalam even olahraga besar. Willie juga menjadi subyek dari lagu Piala Dunia saat itu dan penjualan merchandise yang tidak terhitung jumlahnya. Willie menggambarkan seekor singa, simbol Kerajaan Inggris, memakai kostum yang bergambar bendera Union Jack dengan tulisan "WORLD CUP" di tengahnya. Willie berhasil mendampingi Inggris menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.
2. Juanito, Meksiko 1970

Meksiko memakai karakter seorang anak laki-laki memakai kostum Meksiko dan sombrero (topi khas penduduk Meksiko) bertuliskan World Cup 70 sebagai maskot mereka di Piala Dunia 1970. Maskot ini mempunyai nama kecil Juan, nama yang umum dipakai dalam bahasa Spanyol.
3. Tip and Tap, Jerman Barat 1974

Dua bocah laki-laki ini mewakili Jerman Barat sebagai maskot pada Piala Dunia 1974. Memakai kostum Jerman Barat dengan tulisan WM dan 74, berasal dari kata Weltmeisterschaft 74 yang memiliki arti Piala Dunia 1974. Jerman keluar sebagai juara dengan mengalahkan Belanda di final.
4. Gauchito, Argentina 1978

Kembali model anak laki-laki dijadikan maskot pada Piala Dunia 1978, entah karena populer atau para pembuatnya kehabisan ide. Tidak jauh berbeda dengan Juanito di tahun 1970, Gauchito juga memakai kostum Timnas tuan rumah, yaitu biru putih khas Argentina dengan topi bertuliskan Argentina '78. Aksesoris syal dan cambuk yang menjadi khas gauchos sangat mewakili wilayah Amerika Selatan.
5. Naranjito, Spanyol 1982

Buah Jeruk menjadi pilihan Spanyol untuk maskot mereka di Piala Dunia 1982. Buah jeruk sudah menjadi ciri khas negara ini. Maskot mereka diberi nama Naranjito yang berasal dari kata naranja yang dalam bahasa Spanyol berarti jeruk.
Maskot pertama yang pernah digunakan dalam even olahraga besar. Willie juga menjadi subyek dari lagu Piala Dunia saat itu dan penjualan merchandise yang tidak terhitung jumlahnya. Willie menggambarkan seekor singa, simbol Kerajaan Inggris, memakai kostum yang bergambar bendera Union Jack dengan tulisan "WORLD CUP" di tengahnya. Willie berhasil mendampingi Inggris menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.
2. Juanito, Meksiko 1970
Meksiko memakai karakter seorang anak laki-laki memakai kostum Meksiko dan sombrero (topi khas penduduk Meksiko) bertuliskan World Cup 70 sebagai maskot mereka di Piala Dunia 1970. Maskot ini mempunyai nama kecil Juan, nama yang umum dipakai dalam bahasa Spanyol.
3. Tip and Tap, Jerman Barat 1974
Dua bocah laki-laki ini mewakili Jerman Barat sebagai maskot pada Piala Dunia 1974. Memakai kostum Jerman Barat dengan tulisan WM dan 74, berasal dari kata Weltmeisterschaft 74 yang memiliki arti Piala Dunia 1974. Jerman keluar sebagai juara dengan mengalahkan Belanda di final.
4. Gauchito, Argentina 1978
Kembali model anak laki-laki dijadikan maskot pada Piala Dunia 1978, entah karena populer atau para pembuatnya kehabisan ide. Tidak jauh berbeda dengan Juanito di tahun 1970, Gauchito juga memakai kostum Timnas tuan rumah, yaitu biru putih khas Argentina dengan topi bertuliskan Argentina '78. Aksesoris syal dan cambuk yang menjadi khas gauchos sangat mewakili wilayah Amerika Selatan.
5. Naranjito, Spanyol 1982
Buah Jeruk menjadi pilihan Spanyol untuk maskot mereka di Piala Dunia 1982. Buah jeruk sudah menjadi ciri khas negara ini. Maskot mereka diberi nama Naranjito yang berasal dari kata naranja yang dalam bahasa Spanyol berarti jeruk.
Afrika Selatan: Bahana Bafana Bafana
Semangat mereka akan begitu membahana. Ini persoalan kebanggaan dan harga diri bangsa, juga simbol persatuan rakyat yang pernah tercabik-cabik dalam sistem apartheid atau pembedaan ras. Itu pula sebabnya, mereka punya moto Ke e: Xarra Ke, sama seperti Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda, tapi satu juga.
Seperti yang dikatakan kapten Afsel, Aaron Mokoena, "Kami semua sadar ini kehormatan besar bisa menggelar Piala Dunia di tanah kami. Tak banyak pemain yang bisa merasakan kehormatan seperti ini. Kami juga sadar tugas berat di depan. Bagi kami, Piala Dunia adalah prioritas, cita-cita terbesar. Kami harus mewakili negara dengan kebanggaan."
Bahana Bafana Bafana sudah terbukti ampuh. Ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Afrika pada 1996, tak ada yang memprediksi bakal juara. Faktanya, Afsel justru tampil sebagai juara setelah mengalahkan Tunisia 2-0 di final.
Padahal, baru empat tahun Afsel diterima kembali di kompetisi internasional dan diakui FIFA. Mereka sempat dikeluarkan dari FIFA, karena masalah apartheid.
Sebelum Piala FA, tokoh antiapartheid dan presiden mereka saat itu, Nelson Mandela mengatakan, sepak bola adalah wahana efektif untuk mewujudkan persatuan. Maka, prestasi akan semakin memperkokoh persatuan.
Pesan tokoh legendaris dan karismatis itu tentu masih kuat dan tetap menjadi kekuatan moral Bafana Bafana dalam menghadapi Piala Dunia 2010 nanti. Mereka juga menunjukkan kemajuan berarti. Di Piala Konfederasi baru lalu, mereka masuk final dan hanya kalah tipis dari Brasil maupun Spanyol.
Bagaimanapun, tuan rumah tak bisa disepelekan. Afsel juga punya tradisi sepak bola yang kuat. Hanya saja, mereka pernah terpecah-pecah karena pembedaan ras.Dulu, untuk warga kulit putih, mereka punya asosiasi sepak bola sendiri bernama SAFA yang berdiri pada 1892. Sedangkan untuk warga Bantu memiliki asosiasi SABFA yan berdiri pada 1903. Warga Indian punya SAIFA (1933) dan warga berwarna memiliki SACFA (1936).
Jika saat masih terpecah-pecah mereka punya kemampuan bermain bola dengan baik, apalagi sekarang mereka sudah bersatu. Dalam semangat Ke e: Xarra Ke, mereka bisa membahana dan mampu membuat lawan-lawannya gentar, setidaknya tak meremehkannya.
Daftar Pemain:
Coach:Carlos Alberto Parreira
1 GK Shu-Aib Walters
2 DF Siboniso Gaxa
3 DF Tsepo Masilela
4 DF Aaron Mokoena (c)
5 DF Lucas Thwala
6 MF MacBeth Sibaya
7 MF Lance Davids
8 MF Siphiwe Tshabalala
9 FW Katlego Mphela
10 MF Steven Pienaar
11 MF Teko Modise
12 MF Reneilwe Letsholonyane
13 MF Kagisho Dikgacoi
14 DF Matthew Booth
15 FW Bernard Parker
16 GK Itumeleng Khune
17 MF Surprise Moriri
18 FW Siyabonga Nomvethe
19 DF Anele Ngcongca
20 DF Bongani Khumalo
21 DF Siyabonga Sangweni
22 GK Moeneeb Josephs
23 MF Thanduyise Khuboni
Data Tim
Julukan: Bafana Bafana
Konfederasi: CAF
Kapten: Aaron Makoena
Kaps Terbanyak: Aaron Makoena (94)
Top Skorer: Benni McCarthy (32)
Stadion: First National Bank Stadium
Penampilan di Piala Dunia (2):1998 & 2010
Prestasi Tim
- Juara Piala Dunia: :-
- Juara Afrika: 1996
- Juara Piala Konfederasi: -
Pencetak Gol Perdana di Setiap Piala Dunia
Pada Piala Dunia pertama di Uruguay, pertandingan pertama yang berlangsung pada tanggal 13 Juli 1930 mempertemukan Prancis dan Meksiko di grup A. Pada partai perdana tersebut, pemain Prancis Lucient Laurent berhasil mencetak gol paling pertama di Piala Dunia bagi negaranya dimenit ke-19 memanfaatkan umpan Ernest Liberati. Prancis akhirnya memenangi pertandingan versus Meksiko itu dengan skor akhir 4-1 namun langkah Prancis sendiri tertahan di posisi 3 di grup tersebut di bawah Argentina dan Chile.
Piala Dunia 1934 Italia
Pada even kedua ini sejatinya tidak ada partai tunggal yang menjadi partai pembukaan, mengapa? Ini dikarenakan pada tanggal 27 Mei pada saat Piala Dunia dilaksanakan, 8 pertandingan babak penyisihan dilaksanakan secara bersamaan di 8 stadion di Italia. Pemain Argentina Ernesto Belismungkin bisa dikatakan menjadi pencetak gol pertama karena ia mencetak gol pada partai Swedia vs Argentina di menit ke-4. Pertandingan itu sendiri dimenangkan oleh Swedia dengan skor 3-2. 7 Pertandingan lainnya yakni :
- Swiss vs Belanda 3-2, gol pertama pertandingan ini diciptakan oleh pemain Swiss, Leopold Kielholz di menit ke-7
- Hungaria vs Mesir 4-2, gol pertama pertandingan ini tercipta di menit ke-11 oleh pemain Hungaria Pal Teleki
- Cekoslowakia vs Rumania 2-1, gol pertama pertandingan ini diciptakan oleh penyerang Rumania, Stefan Dobay di menit ke-11
- Spanyol vs Brazil 3-1, gol pertama dibuat oleh striker Spanyol, Jose Iraragorri di menit ke-18 pertandingan
- Italia vs AS 7-1, pemain Italia, Angelo Schiavi masuk score-sheet pertama kali melalui golnya di menit ke-18
- Austria vs Prancis 3-2, gol pemain Prancis Jean Nicolas di menit ke-18 menjadi gol pembuka pertandingan
- Jerman vs Belgia 5-2, gol pertama pertandingan ini diciptakan oleh pemain Jerman, Stanislaus Kobierski di menit ke-25
Pada even kedua ini sejatinya tidak ada partai tunggal yang menjadi partai pembukaan, mengapa? Ini dikarenakan pada tanggal 27 Mei pada saat Piala Dunia dilaksanakan, 8 pertandingan babak penyisihan dilaksanakan secara bersamaan di 8 stadion di Italia. Pemain Argentina Ernesto Belismungkin bisa dikatakan menjadi pencetak gol pertama karena ia mencetak gol pada partai Swedia vs Argentina di menit ke-4. Pertandingan itu sendiri dimenangkan oleh Swedia dengan skor 3-2. 7 Pertandingan lainnya yakni :
- Swiss vs Belanda 3-2, gol pertama pertandingan ini diciptakan oleh pemain Swiss, Leopold Kielholz di menit ke-7
- Hungaria vs Mesir 4-2, gol pertama pertandingan ini tercipta di menit ke-11 oleh pemain Hungaria Pal Teleki
- Cekoslowakia vs Rumania 2-1, gol pertama pertandingan ini diciptakan oleh penyerang Rumania, Stefan Dobay di menit ke-11
- Spanyol vs Brazil 3-1, gol pertama dibuat oleh striker Spanyol, Jose Iraragorri di menit ke-18 pertandingan
- Italia vs AS 7-1, pemain Italia, Angelo Schiavi masuk score-sheet pertama kali melalui golnya di menit ke-18
- Austria vs Prancis 3-2, gol pemain Prancis Jean Nicolas di menit ke-18 menjadi gol pembuka pertandingan
- Jerman vs Belgia 5-2, gol pertama pertandingan ini diciptakan oleh pemain Jerman, Stanislaus Kobierski di menit ke-25
Keanehan Trofi Piala Dunia
Trofi piala dunia, yang kini tengah diperebutkan oleh 32 tim dari seantero dunia di Afrika Selatan, ternyata nilainya tak seperti apa yang diperkirakana oleh banyak orang.
Apa yang diklaim oleh federasi sepakbola dunia FIFA selama ini, bahwa trofi tersebut terbuat dari bahan emas solid, ternyata patut diragukan.
Menurut seorang Profesor Kimia dari Inggris, Martyn Poliakoff dari Nottingham University, bobot emas solid yang ukurannya sebesar trofi piala dunia, semestinya sangat berat untuk bisa diangkat, bahkan oleh orang dewasa sekalipun.
"Emas adalah salah satu logam dengan bahan paling rapat. Menurut perhitungan saya, bila memang trofi piala dunia benar-benar terbuat dari emas padat, setidaknya bobotnya akan seberat 70-80 kg," kata Poliakoff kepada BBC.
Apa yang diklaim oleh federasi sepakbola dunia FIFA selama ini, bahwa trofi tersebut terbuat dari bahan emas solid, ternyata patut diragukan.
Menurut seorang Profesor Kimia dari Inggris, Martyn Poliakoff dari Nottingham University, bobot emas solid yang ukurannya sebesar trofi piala dunia, semestinya sangat berat untuk bisa diangkat, bahkan oleh orang dewasa sekalipun.
"Emas adalah salah satu logam dengan bahan paling rapat. Menurut perhitungan saya, bila memang trofi piala dunia benar-benar terbuat dari emas padat, setidaknya bobotnya akan seberat 70-80 kg," kata Poliakoff kepada BBC.
10 Stadion Piala Dunia 2010 Afrika Selatan
Inilah 10 Stadiun megah tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
1. Stadion Soccer City

Kota : Johannesburg
Waktu Dibangun : 1987
Selesai Direnovasi : 2009
Kapasitas penonton : 94.700
Sebagai salah satu stadion terartistik dan menakjubkan di Afrika, Soccer City Stadion, akan menjadi tempat digelarnyapertandingan pertama Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko, sekaligus untuk laga pamungkas di partai Final Piala Dunia pertama di Benua Hitam itu.
Rancangan dasar bangunan megah itu terinspirasi dari bentuk jambangan khas Afrika yang dikenal dengan nama “Calabash’ dan keindahannya akan semakin terpancar ketika diterangi di malam hari.
Soccer City berlokasi di Barat Daya Jonannersburg, dekat Sowetol, kota tempat 40 persen warga Johannersburg menetap. Karenanya, stadion ini akan menjadi pusat kegiatan selama putaran final piala dunia 2010.
Di stadion ini pula, Nelson Mandela disambut oleh rakyat Afrika Selatan setelah dibebaskan dari penjara pada 1990.
1. Stadion Soccer City
Spoiler for Stadion Soccer City:
Kota : Johannesburg
Waktu Dibangun : 1987
Selesai Direnovasi : 2009
Kapasitas penonton : 94.700
Sebagai salah satu stadion terartistik dan menakjubkan di Afrika, Soccer City Stadion, akan menjadi tempat digelarnyapertandingan pertama Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko, sekaligus untuk laga pamungkas di partai Final Piala Dunia pertama di Benua Hitam itu.
Rancangan dasar bangunan megah itu terinspirasi dari bentuk jambangan khas Afrika yang dikenal dengan nama “Calabash’ dan keindahannya akan semakin terpancar ketika diterangi di malam hari.
Soccer City berlokasi di Barat Daya Jonannersburg, dekat Sowetol, kota tempat 40 persen warga Johannersburg menetap. Karenanya, stadion ini akan menjadi pusat kegiatan selama putaran final piala dunia 2010.
Di stadion ini pula, Nelson Mandela disambut oleh rakyat Afrika Selatan setelah dibebaskan dari penjara pada 1990.



